Custom Search

Dua Kalimat Syahadat

Love For All Hatred For None

Hz Mirza Masroor Ahmad

Love for All Hatred For None

Baitul Futuh

Love For All Hatred For None

Al Quran

Love For All Hatred For None

I Love Islam

Love For All Hatred For None

Tampilkan postingan dengan label Pandangan Terhadap Ahmadiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pandangan Terhadap Ahmadiyah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 April 2014

Ajaran Ahmadiyah dan Pendirinya


Mirza Ghulam Ahmad, Sekilas Riwayat Hidup

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Pendiri Jamaah Ahmadiyah, berasal dari keluarga terhormat. Mirza adalah gelar yang biasa diberikan kepada kaum ningrat keturunan raja-raja Islam dinasti Moghul berasal dari Persia. Sebutan Hadhrat biasa diberikan orang kepada wujud-wujud suci, atau pada ‘alim rabbani; sebutan Ghulam merupakan nama famili. Jadi, nama asli beliau hanyalah Ahmad.
Hadhrat Ahmad dilahirkan pada tanggal 13 Pebruari 1835, sesuai dengan 14 Syawal 1250 H, pada hari Jumat di kediaman orang tua beliau sendiri, Mirza Ghulam Murtadha, di dusun Qadian, yang terletak 24 Km dari kota Amritsar, Punjab, India.

Senin, 03 Maret 2014

Ketum PBNU: Ahmadiyah Saudara dan Patut Dihormati

BLITAR- Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj menilai pernyataan  pemberangusan jamaah Ahmadiyah yang dilontarkan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai pernyataan yang bertendensi politis.

"Mungkin itu politis, barangkali  karena dia orang politis," ujar Said di sela acara silaturahim dengan PCNU Kabupaten Blitar beserta seluruh MWC, Ranting dan Banom Kamis (14/11/2013)

Kamis, 19 Desember 2013

Ahmadiyah dan Bung Karno

Selain Agustus yang merupakan bulan keramat bagi Bangsa Indonesia. Bulan Juni tidak kalah keramatnya. Ada 3 moment historis penting di bulan ini yang ketiganya berkaitan dengan satu sosok, Yaitu Soekarno atau lebih dikenal Bung Karno (BK). Ketiga moment ini seakan-akan melukiskan siklus hidup BK. Waktu kelahirannya ketika ufuk fajar 6 Juni mulai terbit menandakan masa pembentukan pribadinya sebagai pemimpin. Satu Juni, lahirnya Pancasila dimaknai sebagai puncak keemasan pemikirannya. Dan periode terakhir, masa penurunan yang diakhiri pada 21 Juni, wafatnya tokoh besar ini. Maka tepatlah jika bulan ini diperingati sebagai bulannya BK.

Jumat, 22 November 2013

Suryadharma Ali Harus Cabut Pernyataan Pembubaran Ahmadiyah

BERDASARKAN beberapa pemberitaan di media massa, Menteri Agama Suryadharma Ali kembali mengeluarkan pernyataan inkonstitusional dalam dialog antar-umat beragama di Semarang, Jawa Tengah pada pekan lalu. Pernyataan solusi terbaik untuk aliran keagamaan, seperti Ahmadiyah, adalah dibubarkan.

YLBHI juga menilai tidak sepantasnya seorang Menteri Agama yang nota benenya sebagai pihak yang mempunyai kewajiban sebagai pelaksana konstitusi justru menghancurkan amanah dan nilai-nilai yang terkandung dalam konstitusi. Selanjutnya Menteri Agama juga perlu menyadari mengenai wawasan kebangsaan yang Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga apa yang dikeluarkan dalam mensikapi persoalan kebangsaan tidak menyinggung salah satu anak bangsa.

Kamis, 14 November 2013

MENJAGA KERAGAMAN MENJALIN PERSATUAN DARI TEMANGGUNG

Kabupaten Temanggung menyerukan untuk terus menjaga keragaman, kerukunan dan hidup berdampingan sebagai elemen masyarakat Indonesia yang beragam. Keragaman masyarakat di Kabupaten Temanggung adalah bagian dari kekayaan Indonesia,” kata Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi, S. Si dalam Seminar Refleksi hari jadi ke-179 Kabupaten Temanggung dengan tema Menjaga Keragaman Menjahit Persatuan di Pendopo Pengayoman Temanggung, Rabu, 06 November 2013.

Seminar ini diselenggarakan Jaringan GUSDURian dan PMII bekerja sama dengan Pemerintahan Daerah Temanggung. Pembicara yang hadir adalah Prof. Dr. Moh. Mahfud MD selaku Ketua Mahkamah Konstitusi 2008 – 2013 dipandu oleh Abaz Zahrotein.

Jumat, 18 Oktober 2013

Gubernur Ganjar Pranowo Tidak Melarang Ahmadiyah di Jateng

SEMARANG — GUBERNUR Jateng, Ganjar Pranowo menyatakan tidak akan melarang keberadaan organisasi keagamaan Ahmadiyah di Provinsi Jateng.
“Kalau [Ahmadiyah] dianggap orang menyimpang tidak harus dibubarkan, tetapi dibina,” katanya saat menerima audiensi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng periode 2013-2018 di Kantor Gubernuran Jl Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (17/10/2013).

Ahmadiyah Ingin Luruskan Kesalahpahaman di Ruang Publik

PEMAHAMAN yang salah ini mengakibatkan banyak kesimpang siuran soal Ahmadiyah. Sedikit banyak persoalan ini membuat Ahmadyah terkendala untuk berperan aktif di ruang publik.

Ahmadiyah, lanjut Basit, seperti layaknya warga negara lainnya ingin berkontribusi dan berperan aktif di masyarakat sesuai motto Ahmadiyah taat kepada Allah, taat kepada Rasulullah dan taat kepada konstitusi Indonesia.

Ahmadiyah Jamaah Empat Pilar

JAKARTA, 17 Oktober 2013, hari yang panas terutama di komplek gedung DPR MPR RI dan sekitarnya. Di dalam Ruang Komisi III DPR RI sedang berlangsung fit and proper bagi calon Kepala Polisi RI, Jendral Polisi Sutarman. Di halaman ada demo kecil yang ikut meramaikan suasana.

Namun berbeda suasananya di Gedung Nusantara III lantai 9 Ruang Pimpinan MPR RI, di sana suasana bersahabat lahir ketika Bapak Sidharto Danusubroto, Ketua MPR RI menerima rombongan Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang dipimpin langsung Amir Nasional, Maulana Haji Abdul Basith-Shaheed. Rombongan dikawal oleh sahabat Ahmadiyah, mantan staf khusus Ketua MPR RI Zuhairi Misrawi. Rombongan bersebelas dan dua di antaranya berasalah dari Lajnah Imaillah.

Kamis, 10 Oktober 2013

Apakah Ahmadiyah Membajak Al-Quran?

Amin Jamaluddin, seorang aktifis Islam radikal dari LPPI menuduh bahwa Ahmadiyah telah membajak Al-Qur’an dan mengacak-acaknya. Bagi seorang Muslim yang beriman kepada Al-Qur’an, khusunya Surah Al-Hijr ayat 9 maka sudah semestinya tuduhan semacam itu tidak harus dikemukakan, apalagi dipergunakan untuk membakar emosi kaum Muslimin agar terhasut dan tertipu sehingga mau menyerang Ahmadiyah yang nota bene sama-sama Muslim. Apa mungkin Ahmadiyah atau siapapun dan dari kelompok apapun mampu membajak dan mengacak-acak Al-Qur’an? Bukankah Allah Ta’ala, telah berjanji:

Ahmadiyah Versi MUI vs Ahmadiyah Versi Ahmadiyah

Harus diakui, di Indonesia, ada dua versi Ahmadiyah, yaitu Ahmadiyah versi MUI dan Ahmadiyah versi Ahmadiyah.

Ahmadiyah yang berkembang dalam wacana publik, 99%-nya adalah Ahmadiyah versi MUI, sisanya 1% adalah Ahmadiyah versi Ahmadiyah.

Ahmadiyah versi MUI; tidak meyakini Nabi Muhammad sebagai Nabi yang terakhir (khaataman-Nabiyyin), Kitab Sucinya bukan Al-Quran tapi Tadzkirah, Syahadatnya bukan dua kalimah tapi tiga kalimah (KH Amidhan dalam dilaog di Metro TV), naik hajinya bukan ke Mekkah tapi ke Qadian, dll.

Kamis, 03 Oktober 2013

Pengalaman Guru Besar UIN Alauddin Makassar Bertemu Dengan Khalifah Ahmadiyah

Sebuah Mimpi dari Singapura
Awan hitam yang cukup tebal menyelimuti Bandar Udara Changi, Singapura. Kaca jendela pesawat AirAsia tampak basah. Setelah terbang sekitar dua setengah jam dari Makassar, pesawat mendarat dengan baik. Pak Ibnu Sidi Umar, tokoh dan aktifis Ahmadiyah, bersama putranya, Budiman yang kuliah di Singapura, menjemput saya dan isteri di pintu keluar bandara.
 
Tak lama kemudian diantar oleh Budiman. Mobil melaju menembus hujan yang mengguyur Singapura menuju Hotel "V" di kawasan Lavendar. Di hotel, sudah ada Pak Anis Ahmad dan isteri, orang Ahmadiyah Jakarta, menunggu dan mengurus kamar kami. Bukan hanya kami, tapi puluhan kalau tidak ratusan tamu undangan dari Indonesia juga ditempatkan di hotel tersebut.

Selasa, 23 Juli 2013

Apakah Halal Membunuh Orang Ahmadiyah ?

Ada salah seorang bertanya kepada Hadhrat Mirza Tahir Ahmad, ”Untuk menarik perhatian masyarakat awam, orang-orang yang anti terhadap Jemaat Ahmadiyah mengatakan: 'Jika kalian ikut serta dalam arak-arakan demo untuk menentang Ahmadiyah, menganiaya atau membunuh orang-orang Ahmadi, maka di akhirat nanti Rasulullah (saw) akan senang dengan kalian.' Mohon Huzur berikan penjelasan berkenaan dengan hal ini."

Senin, 15 Juli 2013

Bung Karno Dan Ahmadiyah

Selain Agustus yang merupakan bulan keramat bagi Bangsa Indonesia. Bulan Juni tidak kalah keramatnya. Ada 3 moment historis penting di bulan ini yang ketiganya berkaitan dengan satu sosok, Yaitu Soekarno atau lebih dikenal Bung Karno (BK). Ketiga moment ini seakan-akan melukiskan siklus hidup BK. Waktu kelahirannya ketika ufuk fajar 6 Juni mulai terbit menandakan masa pembentukan pribadinya sebagai pemimpin. Satu Juni, lahirnya Pancasila dimaknai sebagai puncak keemasan pemikirannya. Dan periode terakhir, masa penurunan yang diakhiri pada 21 Juni, wafatnya tokoh besar ini. Maka tepatlah jika bulan ini diperingati sebagai bulannya BK.

Ahmadiyah Dalam Kesaksian Seorang Pemuda NU

Saudara-saudara, saya ingin membagi informasi tentang ajaran Ahmadiyah yang saya baca langsung dari kitab karangan pendirinya: Mirza Ghulam Ahmad (MGA). Kitab yang menjadi rujukan saya adalah “al-khazain al-ruhiyah”, “al-mawahib al-rahman” yang merupakan terjemahan dari bahasa Urdu Ahmadiyah. Saya akan membagi pembahasan jadi dua, yaitu aja…ran-ajaran apa dari mereka yang sama dan ajaran-ajaran apa dari mereka yang berbeda.